Malaikat Maut pernah menangis waktu mencabut nyawa seorang wanita.
Kisahnya yang mengharukan terdaftar dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi.
“Aku pernah menangis saat mencabut nyawa seorang wanita, ” kata Malaikat Maut. “Saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir. Saya menangis saat mencabut nyawanya karena mendengar bayi itu menangis serta tidak ada seseorang juga ada di sana. ”
Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia hanya ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lalu menyelamatkan bayi itu dengan caranya sampai lalu ia tumbuh besar dan jadi seorang ulama yang dicintaiNya.
Dalam kisah yang lain diceritakan narasi yang berbeda. Malaikat Maut ditugaskan mencabut nyawa seorang wanita yang terbenam di sungai. Yang membuatnya menangis, wanita itu mempunyai dua anak yang masih kecil. Ke-2 anak itu tak ditakdirkan wafat hingga mereka selamat hingga ke tepian, bahkan Malaikat Maut ikut membantunya menepi.
Melihat dua anak yang masihlah kecil itu, Malaikat Maut menangis lantaran ia harus mencabut nyawa ibunya. Mereka bakal jadi anak-anak sebatang kara.
“Aku pernah menangis saat mencabut nyawa seorang wanita, ” kata Malaikat Maut. “Saat itu ia baru saja melahirkan di padang pasir. Saya menangis saat mencabut nyawanya karena mendengar bayi itu menangis serta tidak ada seseorang juga ada di sana. ”
Tanpa sepengetahuan Malaikat Maut, karena ia hanya ditugaskan untuk mencabut nyawa, Allah Subhanahu wa Ta’ala lalu menyelamatkan bayi itu dengan caranya sampai lalu ia tumbuh besar dan jadi seorang ulama yang dicintaiNya.
Dalam kisah yang lain diceritakan narasi yang berbeda. Malaikat Maut ditugaskan mencabut nyawa seorang wanita yang terbenam di sungai. Yang membuatnya menangis, wanita itu mempunyai dua anak yang masih kecil. Ke-2 anak itu tak ditakdirkan wafat hingga mereka selamat hingga ke tepian, bahkan Malaikat Maut ikut membantunya menepi.
Melihat dua anak yang masihlah kecil itu, Malaikat Maut menangis lantaran ia harus mencabut nyawa ibunya. Mereka bakal jadi anak-anak sebatang kara.

0 komentar:
Posting Komentar